LANDASAN TEORITIS MULTEMEDIA PEMBELAJARAN


     LANDASAN TEORITIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

   Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan proses belajar mengajar. Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru/fasilitator dalam setiap proses pembelajaran. Oleh karena itu guru/fasilitator perlu memahami bagaimana menentapkan media pembelajaran agar tujuan pembelajaran tersebut tercapai. Konsep multimedia telah banyak diterapkan dalam dunia pendidikan. Pembelajaran menggunakan multimedia interaktif berkembang atas dasar pembelajaran konvensional yang tidak bisa memenuhi kebutuhan peserta didik dalam pembelajaran (Sigit, dkk, 2008).

A.            Pengertian Multimedia Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medius yang secara harfiah berarti “tengah”, “perantara”, atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara () atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menstimulus (merangsang) fikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan pembelajar sehingga mendorong terjadinya kegiatan belajar. Melalui media pembelajaran, maka akan terbentuk pemahaman yang dikonstruksi sendiri oleh pembelajar pada saat belajar.
Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk text, audio, grafis, animasi, dan video. Multimedia dapa digunakan dalam : (1) Bidang periklanan yang efektif dan interaktif, (2) Bidang pendidikan dalam penyampaian bahan pengajaran secara interaktif dan dapat mempermudah pembelajaran karena didukung oleh berbagai aspek : suara, video, animasi, text, dan grafik, (3) Bidang jaringan dan internet yang membantu dalam pembuatan website yang menarik, informatif, dan interaktif. ( Rusman ,2013:150). Multimedia pembelajaran merupakan gabungan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafik, gambar, foto, audio, dan animasi secara terintegrasi.

B.  Klasifikasi Multimedia Pembelajaran
Multimedia dapat kita bagi kedalam dua bagian, yaitu:
1.      Multimedia linear
Multimedia linear adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia linear berjalan beurutan (sekuensial). Contohnya adalah TV dan Film.

2.      Multimedia interaktif
Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol dan dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga dapat dipilih sesuai dengan pilihan yang dikehendaki. Contohnya adalah multimedia pembelajaran interaktif berbasis flah, swishmax, maupun ms.  power point, serta aplikasi game.

Multimedia  digunakan dalam pembelajaran agar dapat memenuhi kebutuhan pelajar yang tak terbatas dan untuk mengatasi hambatan dalam interaksi pada pembelajaran. Tingkat memorisasi setiap aktivitas pembelajaran berbeda-beda, seperti yang divisualisasikan pada piramida belajar berikut.












C. Landasan Penggunaan Media Pembelajaran
Penggunaan media dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas prestasi belajar. Diharapkan proses pembelajaran menjadi efektif, interaktif, dan efisien. Adapun beberapa landasan dalam penggunaan media pembelajaran, adalah sebagai berikut:

1. Landasan Filosofis
Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil dari teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Bisa dikatakan, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Tetapi, siswa harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi.
Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.

2. Landasan Psikologis
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. 
Untuk maksud tersebut, perlu: (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak.
Dalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran. Kehadiran media tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah pada kegiatan pembelajaran.

3. Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol. 
Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadisistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.

4. Landasan Empiris
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya.
Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual.
 Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.

5. Landasan Historis
Yang dimaksud dengan landasan historis media pembelajaran ialah rational penggunaan media pembelajaran ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran. Perkembangan konsep media pembelajaran sebenarnya bermula dengan lahirnya konsepsi pengajaran visual atau alat bantu visual sekitar tahun 1923.


REFERENSI

http://handayaniharahap.blogspot.com/
http://vitariasyafitriz.blogspot.com/2017/09/landasan-teoritis-multimedia.html

Komentar

  1. Jika multimedia linear dan multimedia interaktif kita gabungkan saat proses belajar mengajar apakah proses pembelajaran akan lebih efektif??
    Dan apa saja kelebihan dan kekurangan dari masing2 multimedia tersebut??

    BalasHapus
  2. Apa yang menjadi acuan penggunaan media pembelajaran pada landasan historis ?

    BalasHapus
  3. Apa yang menjadi acuan penggunaan media pembelajaran pada landasan historis ?

    BalasHapus
  4. Bagaimana karakteristik landasan filosofis? Kapan landasan tersebut kita jadikan acuan penggunaan media?

    BalasHapus
  5. Jelaskan hubungan antara landasan filosofis, landasan psikologis, landasan teknologi, landasan historis, landasan historis?

    BalasHapus
  6. Bagaimana ika salah satu landasan tidak terpenuhi?lalu, apakah media pembelajaran dapat dikatakan efektif dan menunjang proses pembelajaran ?

    BalasHapus
  7. Berdasarkan landasan rasional empiris, pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik siswa. Bagaimana caranya kita mau menyesuaikan media dengan karakteristik siswa? Karena pada kenyataannya Di sekolah2 pada umumnya karakteristik siswa berbeda anatara siswa yg satu dengan yg lainnya.

    BalasHapus
  8. coba anda jelaskan berupa contoh bagimana pemilihan multimedia yang baik berdasarkan landasan psikologis ?

    BalasHapus
  9. Media pembelajaran apa yang dapat digunakan untuk memahami karakteristik siswa?

    BalasHapus
  10. Konsep media nerdasarkan teoritis seperti apa?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SISTEM INTERNET OF THINGS (IOT) BERBASIS CLOUD COMPUTING DALAM CAMPUS AREA NETWORK

CONTOH MEDIA PEMBELAJARAN YANG DIBUAT BERDASARKAN PRINSIP-PRISIP MULTIMEDIA PEMBELAJARAN